Sunday, 18 December 2011

BIARKAN HATIKU MENANGIS

Biarkan hatiku menangis
Sekali ini saja…
Kumohon…
Biarkan jiwaku berkecamuk…
Dengan Detak hentakan …….
Yang memilukan
Sekali ini saja…
Kumohon..
Dengarkan..
Rintihan hati ini bersenandung pilu
Bersama angin tenggara
Yang menggetarkan kalbu…
Dan…
Setelah itu…
Kumohon…
Jangan Biarkan jiwaku diam dan Mati
Karena alasan yang memilukan…Sekali ini saja…
Dengarkan…
bisakah aku mendapatkanmu
karena kita seperti matahari dan bulan
ketika aku berjalan sendirian sejak pagi
aku melihatmu bangkit dari timur
bersinar lembut dan tenang
aku terpukau
dan seketika langit merona
tapi hanya itu saja
kita bertemu hanya disaat senja tak pernah bicara
lalu saat malam
kau bercanda dengan bintang
Sedangkan aku sendirian tak pernah kau temani aku menangis
kau tak pernah bahagia tuk temani aku tertawa
walau kau memelukku begitu mesra
tapi kumerasa hanya semetara
jantung kita tak pernah berdetak bersama
dalam pelukan yang begitu erat
pelukanku hanya mendekatkan wajah kita
dan hanya nafasmu yang menyapu wajahku
Belum cinta yang meresap ke dalam hati kita
bukan damai yang menghapus raut merahku
tapi melihat wajahmu
merasakan beban hidupmu
dan mengikuti setiap langkahmu
aku tahu bahwa ada sisi hatimu yang belum tersentuh
aku sadar bahwa kau membenci hidupmu saat ini
tapi aku ragu
akankah aku mampu
biarlah aku berjalan semampuku
kenyataan akan berubah seiring waktu
dan bila hadirku mampu untuk menuntunmu kuharap simpati takkan berubah menjadi empati
tapi bila ada takdir maka siapkan dirimu untuk menerimaku
andai kenyataan ini bisa ditaburi dengan mimpi
pasti kau akan tahu
jika di hatiku telah kusiapkan peraduan untukmu
telah kubangunkan sebuah istana megah
dan taman yang takkan terbayang di mata manusia
andai kan bisa pasti aku takkan hanya bermimpi
kau pasti takkan melihat betapa menyedihkannya aku
yang kau lihat adalah sesosok pria yang sepintas terlihat sempurna
tiap malam hanya kau yang ingin ku temui
hinggaku hanya bermain dalam taman mimpi
menanti dan berharap
kau mau bermain denganku
menemaniku yang sendiri tanpa mu
biarlah walau ketika kupegang tanganmu
semua itu terasa damai dan perlahan kau terurai
menyilaukan dan hilang….tinggal lamunan
aku tak mau lelap selamanya
hanya untuk memimpikanmu
biarlah aku kekal selamanya untuk memilikimu
dalam diammu tak terdengarkah hatiku menangis tersedu
semua karena dirimu
walau kusadari aku tak tahu mengapa aku menangis
padahal kau tak pernah sedih untuk menemani aku menangis
dan kau tak pernah bahagia untuk menemani aku tertawa
aku tak tahu lagi dengan apa cinta ku gambarkan
dan dengan apa kemauanku ku tunjukkan
Ku mohon jangan kau patahkan semuanya
dan janganlah kau berkata teruslah bermimpi
namun kuingin mendengar kau tuk selalu disisiku dan
Mewujudkan semua ini

No comments:

Post a Comment