Thursday, 8 December 2011

BATAS KERINDUAN

Karya : Muhammad Rois Rinaldi

bolehkah aku telanjang di hadapanmu
sudah terlalu lama kau tak menyentuhku
peluh pecah di retakan bumi, diri telentang
perih ini mencabik-cabik seisi hati. bagaimana?

tak ada harga yang harus kau bayar, kuserahkan
seutuhnya aku pasrah menjadi apa yang kau mau

degup jantung sudah bocor, aku tak lagi sanggup menghitung
setiap tetesnya mengirim aroma tubuhmu dan itu adalah luka
tapi jika kau tak jua datang untuk melumat habis kelelakianku
pada batas penantian aku menjadi sepi, menghampiri duniamu
kau takkan sanggup lagi bersembunyi, aku telah datang. telanjang

meski aku tetap tak ada di matamu, lesap dalam hatimu
kukirimkan setangkai perih dan kutaburkan lima kelopak merah
hingga wangi mimpimu berganti menjadi anyir genangan nanah
di ambang hari, pagi takkan mengirim mentari, dia telah kucuri
pada butiran embun kau akan membeku dan terjatuh dari pucuk daun
pecah, menemuiku dalam rongga-rongga bumi yang paling asing

CILEGON-BANTEN
05-12-11

No comments:

Post a Comment