Friday, 9 December 2011

«TEMANI AKU SEJENAK»

Bismillahirrahmanirrahim..

“Ayah, main kereta-kereta mainan aku yuk!”
...
Seorang anak berlari menghampiri ayahnya yang sedang asyik menerima telefon.

“Sebentar Nak, ayah lagi telefon.”

“Ah…ayah. Ini kan hari cuti, telefon terus…telefon terus!”

“Ayah kan lagi sibuk, main sendiri saja!” dengan nada membentak sang ayah menimpali.

Sang anak pun bermain sendiri, meski gurat kesedihan telah ditampakkan pada sang ayah.

Tak terasa waktu terus bergulir, sang anak telah tumbuh dewasa sedangkan sang ayah telah mulai menua.

“Nak, ke rumah ayah ya? Ayah dan ibu rindu sama kamu.” Sang ayah menceritakan kerinduannya untuk bertemu sang anak melalui sambungan telefon.

“Nanti ya yah, kalau aku sudah ada waktu lapang,” sahut sang anak dari seberang sana.

“Sebentar saja Nak.”

“Iya, nanti pasti aku ke sana, tapi nunggu kalau ada waktu.”

Sambungan telefon pun terputus begitu saja, sang ayah hanya mampu menghela nafas.

“Alhamdulillah, akhirnya kamu ke sini juga Nak,” sebuah senyuman mengembang dari bibir sang ayah.

Sang anak pun hanya membalasnya dengan sebuah senyuman, lalu kembali dia sibuk dengan HP nya.

“Nak?”

Tak ada jawaban, sang anak masih asyik dengan HP nya. Meskipun raganya ada di sebelah sang ayah.

“Nak?”

“Sebentar yah, aku lagi sibuk ni!” kata sang anak tanpa rasa bersalah.

“Temani ayah sebentar saja.”

“Aku kan sudah di sini Yah, lagipun aku lagi sibuk diganggu terus disuruh ke sini!”

Sang ayah meneteskan air mata, dia menyadari apa yang dia lakukan dulu kini dilakukan sang anak pada dirinya.

# semoga kisah itu dapat memberi teladan buat kita semua...aamiiin

No comments:

Post a Comment